Tradisi Perayaan Peh Cun di Tangerang

Tradisi Perayaan Peh Cun di Tangerang


Baru pertama kali menyaksikan festival budaya Tionghoa yang sangat meriah dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dan tanpa membedakan golongan, suku, dan lain – lain, semuanya berbaur menjadi satu dalam kemeriahan budaya. Acara ini juga telah menjadi kalender kegiatan wisata pemerintah kota Tangerang.

Diajak oleh ketua Jakarta Photo Club ( JPC), Willy Pitra Wirya dan mendapat kehormatan untuk bertemu Ketua Yayasan Vihara Boen Tek Bio, Udaya Sakhya Halim dan ketua panitia acara, Rachmat, sungguh merupakan kesempatan yang langka. Disamping itu juga bertemu dengan Udaya Halim, pendiri dan pemilik MBH ( Museum Benteng Heritage) dan RoemBooer. Kegiatan hunting bersama ini merupakan jalinan tali silahturahmi antara Toba Photographer Club ( TPC ) dengan JPC yang merupakan salah satu club foto ternama di Jakarta. Festival Peh Cun diperingati masyarakat Tionghoa Indonesia, namun Tangerang selalu menjadi pusat dari peringatan festival ini. Dalam festival yang diadakan selama dua hari, 20 dan 22 Juni 2015 ini dilombakan delapan perahu naga dan lomba menangkap bebek di sungai.

Menurut berbagai sumber bahwa di Tangerang, festival ini sudah dilakukan sejak tahun 1910, namun sempat terhenti di jaman Orde Baru karena dilarang oleh pemerintah. Sejak reformasi, mulai tahun 2000 kegiatan ini mulai diselenggarakan kembali hingga sekarang.

Bakcang dan perahu naga merupakan bagian dari tradisi yang tidak terpisahkan di festival Peh Cun. Tradisi ini tidak hanya diikuti oleh orang Tionghoa, tapi juga masyarakat umum di Tangerang. Warga ikut berpartisipasi, ada yang menjadi panitia acara, dan ikut perlombaan. Walikota Tangerang, H.Arief Rachadiono Wismansyah juga hadir membuka serta menyaksikan acara.

Menurut legenda, Bak cang dan kue chang ini selalu di bawa keliling dengan perahu naga untuk di tebarkan di sungai. Upaya ini untuk memberi makan pada perdana menteri Chu yaitu Qu Yuan (339 SM) yang meninggal dan bunuh diri setelah menceburkan diri di sungai di ibukota Chu, Tiongkok. Qu Yuan adalah perdana menteri yang cinta dan setia pada negara. Namun karena raja tidak menyukainya, dia diusir dari ibukota Chu. Setelah diusir, ia kemudian memutuskan bunuh diri dengan mencebur ke sungai. Banyak warga yang mencarinya dengan perahu dan memberinya makan kue Chang. Warga Tiongkok berharap Qu Yuan masih hidup, dia bisa makan kue Chang setelah di tebarkan di sungai. Perayaan ini merupakan perayaan suci dan agung yang diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 di Tiongkok. (www.petrusloo.com)

walikota Tangerang membuka acara Peh Cun 2015 di sungai Cisadane

walikota Tangerang membuka acara Peh Cun 2015 di sungai Cisadane

peserta lomba perahu naga meminta berkat di vihara Boen Tek Bio

peserta lomba perahu naga meminta berkat di vihara Boen Tek Bio

Perlombaan menangkap bebek dimulai

Perlombaan menangkap bebek dimulai

Paling kiri Willy Pitra Wirya, Ketua Jakarta Photo Club (JPC), Udaya Sakhya Halim, Ketua Yayasan Vihara Boen Tek Bio, Rachmat, Ketua Panitia bersama team Toba Photographer Club (TPC) Medan

Paling kiri Willy Pitra Wirya, Ketua Jakarta Photo Club (JPC), Udaya Sakhya Halim, Ketua Yayasan Vihara Boen Tek Bio, Rachmat, Ketua Panitia bersama team Toba Photographer Club (TPC) Medan

Mengejar bebek di sungai Cisadane

Mengejar bebek di sungai Cisadane

Masyarakat Tangerang mencoba mendirikan telur tepat di jam 12 siang

Masyarakat Tangerang mencoba mendirikan telur tepat di jam 12 siang

masyarakat berdesak-desakan di pinggir sungai Cisadane menyaksikan setiap acara

masyarakat berdesak-desakan di pinggir sungai Cisadane menyaksikan setiap acara

Lomba Perahu naga

Lomba Perahu naga

 

 

About Contributor :

Petrus Loo

Petrus Loo

Petrus Loo, seorang Fotografer yang sudah malang melintang di dunia Fotografi Sumatera Utara dan Indonesia,  mengeluti dunia foto sejak SMA, banyak mengikuti berbagai lomba foto, karyanya apik di susun di website yang dikemas menjadi galeri Profesional Stock Photo. Petrus Loo saat ini aktif dalam Toba Photographer Club, Medan. Saat ini Petrus akan berbagi cerita dan pengalaman saat hunting Festival Peh Cun untuk Food and Holiday

.

Facebook || Instagram ||Website

+ There are no comments

Add yours