Sri Dalada Maligawa, Kuil Buddha Paling Suci di Sri Lanka

Sri Dalada Maligawa, Kuil Buddha Paling Suci di Sri Lanka


Menyambung traveling murah di Kandy kami mengunjungi salah satu icon kota Kandy yaitu Sri Dalada Maligawa atau yang biasa di kenal dengan Temple of the Sacred Tooth Relic

Kuil ini dikelilingi oleh Danau Kandy yang menjadi tempat nongkrong bagi masyarakat Kandy, selain itu kuil tersebut juga ramai dikunjungi oleh warga lokal yang ingin bersembahyang. Tiket masuk kami tebus dengan harga 1000 Rupee, dengan harga tersebut kami diberikan DVD dokumentasi mengenai kuil tersebut.

Sebelum memasuki kuil, setiap pengunjung harus menanggalkan alas kaki dan lagi-lagi disediakan tempat penitipan dengan harga 100 Rupee, usai menitipkan alas kaki kami melangkahkan kaki menuju ke dalam kuil.

Sejarah The Sacred Tooth Relic

Sri Dalada Maligawa (Temple of Sacred Tooth Relic) di Kota Kandy merupakan kuil Buddha paling suci di Sri Lanka yang dibangun pada tahun 1.600 pada masa Raja Vimaladharmasuriya I. Setelah itu, museum ini direnovasi pada abad ke-18 yaitu saat Raja Kirthi Sri Rajasinghe bertahta. Konon katanya, kuil ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menyimpan benda keramat yakni relik gigi sang Buddha.

Temple of the Sacred Tooth Relic yang sekarang ini dibangun di awal abad ke 18 oleh Raja Vira Narendra Sinha, dan kemudian diperluas dan dimodifikasi oleh raja-raja setelahnya. Secara eksternal, kuil tersebut dikelilingi oleh parit dan dinding-dinding putih rendah dengan ukiran sederhana. Menara segi delapannya yang tersendiri, atau “Pattiripuwa”, dibangun di tahun 1803 dan menempatkan koleksi dari naskah kuno yang terbuat dari daun palem.

Pada abad ke 4 Masehi, gigi taring atas sebelah kiri Buddha dimiliki oleh Raja Guhaseeva dari Kalinga, yang telah menjadi seorang Buddhis. Seorang pangeran yang bernama Dantha dari kota Udeni sekitarnya juga telah menjadi seorang Buddhis dan mengunjungi Kalinga untuk memuja Gigi Buddha. Guhaseeva merasa senang dengan pangeran muda ini dan mengizinkan dia untuk menikahi putrinya, Hemamala. Akan tetapi, musuh-musuh dari raja mulai mengumpulkan tentara untuk menyerang Kalinga dan menghancurkan Gigi suci tersebut. Menyadari hal ini, raja mengirim Dantha dan Hemamala dengan Relik Gigi Buddha ke Sri Lanka, dimana raja tahu bahwa hal itu aman. Menurut legenda, puteri menyembunyikan Relik Gigi Buddha di rambutnya untuk menghindari dirampas oleh musuh ketika dia dalam perjalanan ke Sri Lanka.

Relik Gigi Buddha menjadi lambang kekuasaan untuk raja-raja Sri Lanka dan legitimasi mereka untuk memerintah. Relik tersebut dicuri dan ditemukan kembali lebih dari sekali dan sekarang ini ditempatkan di kota Kandy di Sri Dalada Maligawa, atau yang dikenal dengan nama Temple of the Sacred Tooth Relic.

Sri Dalada Maligawa

Relik Gigi Buddha tersebut disimpan di aula suci dua tingkat yang ditutupi dengan langit-langit keemasan dan “dijaga” oleh satu set gading gajah yang besar. Juga terdapat museum dimana banyak rupang Buddha disimpan, kebanyakan dari mereka adalah hadiah dari berbagai negara. Juga dipajangkan lukisan-lukisan yang menggambarkan berbagai kejadian dalam sejarah dari Relik Gigi Buddha.

Ribuan umat dan pengunjung menjejali aula suci setiap harinya untuk memberikan penghormatan kepada Relik Gigi Buddha, yang diletakkan dalam satu peti yang terbuat dari emas dan permata. Replika dari Relik Gigi Buddha, dipajangkan sekali setahun pada waktu “Esala Perahera”. Ini adalah perayaan tahunan terbesar di Sri Lanka yang berlangsung selama sepuluh hari, dengan pawai  yang terdiri dari penari, pemain drum, dan gajah-gajah. Sekitar satu juta orang menghadiri festival ini setiap tahunnya. Karena alasan keamanan, Relik Gigi Buddha yang asli tidak pernah dibawa keluar untuk festival.

Temple of the Sacred Tooth Relic

Bagian luar dari Sri Dalada Maligawa

Berkeliling Seputaran Temple of the Sacred Tooth Relic

Karena vihara adalah tempat suci, saat memasuki vihara ini, wangi teratai (lotus) mendominasi ruangan ini. Selain itu, banyak tata krama yang harus ditaati, seperti melepas alas kaki sebelum masuk ke kompleks Sri Dalada Maligawa Kandy. Untuk berdoa kepada Buddha, orang-orang naik ke lantai dua Sri Dalada Maligawa sambil menyerahkan bunga teratai kepada penjaga. Di lantai ini, Anda harus sangat tenang dan tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Temple of the Sacred Tooth Relic

Tempat dimana Relik Gigi Buddha disimpan

Temple of the Sacred Tooth Relic

beribadah

Temple of the Sacred Tooth Relic

Khusuk Beribadah

Temple of the Sacred Tooth Relic

Warga Lokal sedang beribadah

Temple of the Sacred Tooth Relic

Berkomunikasi dengan Tuhan

Peraturan berfoto di vihara ini pun diatur dengan ketat, setiap pengunjung tidak diperkenankan untuk berfoto dengan posisi membelakangi altar tempat gigi Buddha berada, karena itu dianggap menghina. Jika ingin mengabadikan foto dengan wajah Anda terlihat bersama altar persemayaman gigi Buddha, Anda harus berdiri menyamping atau sejajar di samping altar tersebut.

Selesai melihat tempat persemayaman gigi Buddha, kita akan menuju aula dengan patung Buddha emasnya. Disitu terdapat relief sejarah perjalanan hidup Buddha, hingga akhirnya bagaimana gigi Buddha bisa berada di tempat ini. Uniknya di tempat ini akan ditampilkan patung Buddha dari berbagai negara yang disusun sedemikian rupa.

Temple of the Sacred Tooth Relic

Bunga Persembahan di Altar Buddha Emas

Temple of the Sacred Tooth Relic

Buddha Emas di Sri Dalida Maligawa

Temple of the Sacred Tooth Relic

Altar Persembahan Buddha Emas di Sri Dalida Maligawa

Temple of the Sacred Tooth Relic

Peziarah berdoa di depan patung Buddha Emas Sri Dalida Maligawa

Didalam kompleks ini juga terdapat World Buddishm Museum, kami memutuskan tidak singgah lagi ke sini, karena harus mengeluarkan biaya ekstra lagi. Tanpa terasa kami telah berada di sini selama 4 jam, jam juga sudah menunjukkan pukul 16.00, kami lanjutkan lagi perjalanan keliling kota Kandy dan terakhir kami menikmati matahari terbenam dari sebuah mall di inti kota Kandy.

Kegiatan malam hari ini kami lewati dengan mengobrol dengan pemilik Guest House, sambil sharing tentang perjalanan kami hari ini dan juga berbagai isu-isu yang lagi ngetrend saat itu. Karena malam semakin larut kami memutuskan segera beristirahat, mengingat besok hari harus kembali melanjutkan perjalanan ke Sigiriya.

Sri Dalada Maligawa

Pintu masuk ke Sri Dalada Maligawa

Sri Dalada Maligawa

Peziarah di Sri Dalada Maligawa

Sri Dalada Maligawa

Berdoa

Sri Dalada Maligawa

Berdoa

Kandy

Menjelang Matahari Terbenam di Kandy

Kandy

Suasana Kota Kandy

Kandy

Suasana dalam Spica Guest House

Kandy

Spica Guest House, tempat kami menginap selama di Kandy

 

+ There are no comments

Add yours