Persahabatan Dalam Secangkir Kopi

Persahabatan Dalam Secangkir Kopi


“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” Dee Lestari

Sebuah kedai kopi membawa dua sahabat, Ben dan Jody, lebih memahami karakter masing-masing. Bahkan, kedai yang diberi nama Filosofi Kopi membawa keduanya memaafkan dan berdamai dengan luka- luka batin di masa lalu. Film Filosofi Kopi dikemas ringan dan mengalir. Film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini menggambarkan proses panjang di balik hadirnya secangkir kopi. Kehidupan urban dengan gaya hidup ngupi-ngupi di kafe disandingkan dengan ngopi sederhana ala petani desa di Ijen, Banyuwangi.

Di Medan, tepatnya di Jalan T Amir Hamzah Blok C-56 berdiri sebuah coffee shop/ cafe yang menyajikan aneka kopi yang berkualitas premium dengan sentuhan cita rasa lokal, itulah Opal Coffee yang menyajikan kopi hasil produksi dari PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri. Diolah dari biji kopi Sidikalang (Dairi) dan Lintong Ni Huta (Humbahas), Opal Coffee mampu mengalahkan produk impor dan sekarang selain menguasai Medan dan Jakarta yang sudah dipadati oleh kopi impor seperti Zega Fredo (Italia), Bon Coffee (Swiss) juga sudah dilirik beberapa kota lainnya di Indonesia dan mancanegara.

Espresso

Espresso

Suatu sore yang lumayan panas, kami dari FoodandHoliday duduk berbincang dengan Ricky Sufian, Manager Operasional Opal Coffee ditemani dengan secangkir kopi, obrolan kami tidak jauh dari kopi, kopi benar-benar membuat obrolan kami makin ramai, Ricky yang lulusan dari Australia tersebut menerangkan A-Z dari proses kopi yang akhirnya dapat kami nikmati ini. Sebagai pembuka, kami disuguhi Long Black Coffee yang diseduh dari Kopi Rasuna.

Semua proses dikerjakan dengan standar tinggi mulai dari pembibitan, penanaman, pencucian, roasting bahkan proses meracik dan mengemas sehingga kualitasnya benar-benar premium. Rahasianya adalah kita harus menyukai dan mencintai kopi dulu. Baru dari segi pengolahannya dikerjakan dengan teknologi tinggi mulai dari pembibitan sampai proses pengemasan,” jelas Ricky yang dalam sehari bisa menghabiskan sepuluh shot espresso tersebut.

Proses pembuatan Espresso

Proses pembuatan Espresso

Aneka kopi yang tersedia antara lain kopi Lintong Ni Huta, kopi Sidikalang, kopi Long Berry asal Etiopia yang sangat cocok dengan kesuburan tanah di Sidikalang dan kopi Toraja. Kopi Long Berry ini cenderung memiliki bodi yang strong jika diminum aroma kopinya terasa dan after tastenya lebih nyaman. Mengenai cita rasa Opal Coffee ini, Ricky  memberi resepnya. Menurut dia secangkir kopi mempunyai cita rasa jika empat karakter digabung mulai dari bodi, tingkat kemanisan, keasaman dan aroma. Masing-masing karakter ini harus sesuai ukuran dan takarannya sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat kesemuanya ini harus dikerjakan oleh seorang yang ahli dengan teknologi tinggi.

Selain itu untuk menjaga kesegaran kopi, pihak Opal Coffee akan mengganti biji kopi yang tidak habis dalam 3 hari, jadi biji kopi yang disajikan menjadi secangkir kopi tersebut adalah benar-benar kopi yang fresh, terang Ricky. Kopi yang tidak habis tersebut kami berikan kepada karyawan sebagai compliment.

Latte Art

Latte Art

Ternyata waktu juga yang akhirnya memisahkan kami, karena telah ada janji dengan orang lain, Ricky memperkenalkan Mas Agus, Barista yang menjadi head baristanya Opal Coffee, pembicaraan kami berlanjut dengan lebih mendalam lagi, Mas Agus menyuguhkan Latte Art kepada kami dan menjelaskan prosesnya dan kandungan daripada Latte Art tersebut.

 

 

to be continue…

 

+ There are no comments

Add yours