More Fun In Boracay

More Fun In Boracay


“It’s More Fun In The Philippines” Slogan tourism Philippines memang bukan isapan jempol belaka. Kebanyakan warga Kota Medan ketika bepergian ke luar negeri lebih memilih negara yang dekat seperti Malaysia atau Singapore, namun bagaimana dengan Filipina? Banyak yang belum terbiasa bepergian ke negeri Lumbung Padi tersebut. Bepergian ke negara tersebut masih terasa asing dalam benak banyak orang ditambah lagi dengan berita-berita “negatif” tentang negara tersebut. Disisi lain, dari segi jarak dan transportasi juga tergolong jauh. Namun, sejak adanya penerbangan  Low cost , biaya penerbangan relatif lebih dapat teratasi sehingga wisatawan yang gemar berpetulang ke negara-negara mulai membuat Filipina dalam list bepergian mereka. Let’s go to enjoy more fun in The Philippines.

Pulau Boracay hanyalah pulau kecil yang terletak di sudut Barat Laut Pulau Panay yang merupakan bagian dari kepulauan Western Vivayas. Pulau ini panjangnya hanya sekitar 7 km, berbentuk tulang anjing dengan lebarnya tidak sampai 1 km, dan total luas tanahnya sekitar 10,32 km².

 

Tourism Campaign

Tourism Campaign

How To Go There ?

Cara terbaik dan tercepat untuk menuju ke Boracay tentunya melalui jalan udara. Ada dua bandara yang terdekat di sekitar pulau Boracay yaitu Bandara Caticlan dan Bandara Kalibo di pulau Panay. Kedua bandara tersebut memiliki penerbangan reguler dari Manila. Bandara Caticlan berjarak hanya beberapa kilometer dari pelabuhan kapal, sedangkan untuk menuju Boracay dari Kalibo memerlukan waktu dua jam dari pelabuhan. Karena Bandara Kalibo merupakan pelabuhan yang lebih besar dibandingkan dengan Caticlan, maka penerbangan juga dapat lebih murah dan melayani penerbangan internasional.

Saat kami tiba di airport Kalibo, bandara terlihat sangat ramai didatangi oleh wisatawan yang ingin pergi memakai rute domestik maupun rute internasional. Negara-negara seperti Singapore, Kuala Lumpur, Seoul, Hong Kong dapat mencapai Kalibo International Airport dengan penerbangan langsung, sedangkan penerbangan dari Medan sendiri, dapat melalui Kuala Lumpur dengan memakai penerbangan Air Asia dan harganya juga terjangkau.  Kebetulan kami ingin mengetahui seperti apa kota Manila, jadi kami melakukan penerbangan awal rute Kuala Lumpur ke Manila. Setelah berpetualang selama 3 hari di Manila barulah kami terbang ke Kalibo. Waktu penerbangan dari Kuala Lumpur ke Manila memakan kira-kira 4 jam, hampir sama dengan lamanya penerbangan dari Kuala Lumpur ke Kalibo tetapi penerbangan lokal dari Manila ke Kalibo cuma satu jam.

Setiba di Bandara Kalibo, bukanlah akhir dari perjalanan kami ke Boracay. Kami masih harus melalui perjalanan darat yang memakan waktu dua jam untuk mencapai dermaga kecil. Setelah itu kami nyebrang dengan kapal kecil yang memuat sekitar 25 orang dengan 15 menit perjalanan.

Petualangan kami dengan Dreamtrips, salah satu komunitas traveling terbesar di dunia dimulai saat kami tiba di Kalibo International Airport. Di airport sudah ada penjemputan dengan memakai tanda blue sign banner “You should be here” yang memudahkan kami untuk melanjutkan perjalanan berikutnya tanpa harus meraba-raba lagi.

Fairways & Bluewater Resort New Coast

Pengalaman yang kurang menyenangkan pada saat van kami tiba di Jetty, sebuah tempat penyeberangan yang akan menuju pulau Boracay. Walaupun sebagai Dreamtripers kami telah dijemput dengan private van, tetapi ketika kami tiba di Jetty hujan turun dengan sangat lebat sehingga kami terpaksa harus berjalan menyusuri dermaga dalam kondisi kehujanan dan bergabung dengan wisatawan lainnya. Kapal yang tersedia tergolong sangat kecil untuk mengarungi lautan dan hanya muat untuk sekitar 30 orang. Namun setiap penumpang wajib mengenakan life jacket yang telah disediakan. Koper dan barang bawaan ukuran besar diletakkan di atap kapal secara tersendiri dan ikut menampung air hujan. Untungnya perjalanan hanya sekitar 20 menit untuk tiba di dermaga pulau Boracay. Perjalanan yang melelahkan ini pupus seketika kami tiba di Fairways & Blue water resort, hotel dimana kami meginap. Perlu waktu perjalanan sekitar 15 menit dari Jetty dengan transportasi mobil. Dalam hotel tersebut, kami dimanjakan dengan pelayanan private grup check-in dengan kamar yang menghadap kolam renang.  Sebotol wine, keranjang buah, souvenir power bank juga telah tersedia di masing-masing kamar. Pengalaman pertama kali mengikuti wisata kelas satu dengan harga kelas tiga sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Akomodasi di Boracay hampir sama dengan di Bali, penginapan dari kelas homestay sampai hotel berbintang semua ada. Tergantung pada kondisi kantong masing-masing orang.

fairways & bluewater resort beach

fairways & bluewater resort beach

Pantai terbaik didunia

Pulau Boracay pernah terpilih menjadi pantai terbaik di dunia pada  tahun 1990 oleh BMW Tropical Beach Handbook dan tahun 1996 oleh TV Quick sebagai pantai tropis terbaik di dunia. Pada tahun 1970-an, Boracay masih menjadi sebuah rahasia yang tersembunyi dari dunia luar dan orang Filipina sendiri sampai suatu ketika pariwisata mulai berkembang secara dramatis, pantai yang indah itu segera menjadi salah satu tujuan wisata yang paling populer di Filipina. Saat ini sih, menurut orang – orang Manila yang kami temui, Boracay sudah terlalu ramai dan lebih cocok untuk anak-anak muda, karena banyaknya tempat hang out di malam hari.

Bermain air di white beach_resize

Bermain air di white beach_resize

Island hopping

Island hopping

Boracay mempunyai dua pantai pada sisi pulau yang berbeda. Kebanyakan wisatawan menginap di area White Beach. Area ini terbagi tiga area yang terkenal dengan sebutan Station 1, 2 dan 3. Area station 3 umumnya lebih ramai, harga penginapannya juga lebih murah. Sedangkan Station 1 lebih private, dengan penginapan yang bagus dan lebih mahal. Garis pantai White Beach tidaklah panjang, hanya butuh satu jam untuk menyusuri dengan berjalan santai. Ombak yang berdebur dengan tenang, pasir putih halus dan desiran angin membuat kita nyaman berjalan di pantai. Namun saat ini pantai sudah dipenuhi oleh wisatawan untuk berenang, bermain air, naik Paraw Sailing sehingga suasananya jadi padat dan penuh dengan manusia. Bila panas terik, sepanjang pantai banyak pohon kelapa yang cukup rindang dan menambah estetika pantai. Sepanjang pantai banyak restoran, café , baik dengan ukuran besar maupun kecil dan tentu saja tidak ketinggalan penjual souvenir. Menu-menu seafood, makanan Western dan Asian semua tersedia disana. Buat wisatawan muslim, harus selektif memilih makanan disana karena kebanyakan makanan yang disediakan itu non halal. Ada baiknya bertanya dulu sebelum memesan.

Makanan seafood terbaik dan ekonomis ada di pasar D’Talipapa. Selain tersedia aneka restoran seafood, disana ada pasar yang menjual segala hasil laut yang segar dan masih hidup dan kita dapat membeli mentahnya untuk dimasak oleh pihak restoran. Dipasar ini selain kuliner seafood, juga lengkap dengan toko dan kios penjual souvenir.

makan siang di pulau kecil di tengah laut dengan aneka seafood segar

makan siang di pulau kecil di tengah laut dengan aneka seafood segar

Di area Station 1, ada gugusan batu karang yang menjorok ke tengah pantai. Kalau airnya sedang pasang, bersiaplah untuk berbasah basahan kalau tidak ingin naik ke batu karang ini. Batu ini dinamakan Willy’s Rock, dengan patung Bunda Maria diatasnya. Pada saat kami berada disana, ramai sekali yang berfoto di depan patung Bunda Maria tersebut. Tak jauh dari area ini kita bisa melihat batu karang bolong yang menjadi batas akhir Station 1. Setelah batu karang ini, terdapat pantai yang tidak begitu luas dan biasanya dipakai oleh tamu-tamu yang menginap disini.

Di perbatasan Station 2 dan station 1 ada daerah pertokoan yang namanya D’Mall. Konsep penataannya lumayan rapi.  Selain menjual berbagai jenis souvenir, restoran, café, bar, money changer, ATM, D’Mall juga dijadikan pusat keramaian dan pusat segala informasi serta dijadikan spot tempat penjemputan kendaraan shuttle hotel yang letak hotelnya agak jauh dari sini. Demikian juga untuk pen-drop-an dan penjemputan transportasi umum. Lokasi ini sangat ramai di saat siang maupun malam hari. Bagi yang berjalan menyusuri White Beach akan bertemu area pusat keramaian ini. Segala jenis makanan ada disini, makanan cepat saji seperti McDonald juga ada. Kami mencoba masakan Jepang yang tersedia disini untuk makan malam karena kebingungan memilih makanan apa pada kondisi yang sangat ramai.

Alat transportasi umum di pulau umumnya menggunakan becak roda tiga, disana disebut tricycle, selain itu ada juga sepeda motor, sepeda dan minibus mirip sudako di Medan.

Dilarang merokok

Salah satu keunikan yang ditemui di pulau ini adalah jarangnya kelihatan orang merokok di tempat umum. Para pekerja lapangan seperti nahkoda, porter, para pekerja wisata outbound dan tukang becak sekalipun tidak ada yang merokok. Sungguh tidak lazim bila dibandingkan dengan wisata di negara kita. Nah, rupanya pemerintah setempat membuat larangan merokok dan mengotori pantai. Terlihat jelas sekali bahwa seluruh stakeholder wisata sangat mematuhi aturan tersebut. Ini merupakan salah satu perilaku yang sangat menunjang industri wisata, tidak hanya tergantung pada keindahan alamnya, tetapi bagaimana merawatnya.

Island Hopping tour

Setelah acara gala dinner di malam pertama, pagi di hari kedua petualangan laut pun dimulai. Kami di bawa ke daerah pantai, dibagi dalam tiga grup dan tiga kapal . Pembagian grup berdasarkan bahasa, yaitu guide yang berbahasa Inggris dan Mandarin. Wisatawan asal Tiongkok memang merajai Pulau Boracay, hampir 60% jumlah mereka ada di pulau tersebut. Ditengah laut yang indah dan jernih, kami berhenti untuk snorkeling, berenang dan memancing. Setelah puas beraktifitas di laut, makan siang menyambut kami di sebuah pulau kecil. Aneka seafood segar, seperti kepiting dan udang sudah tersedia di meja makan sederhana. Suasana makan seperti ini nikmatnya luar biasa.

Outbound activity

Daerah wisata yang berhasil tidak hanya mengandalkan wisata alam yang telah diciptakan oleh Tuhan, tapi manusianya harus kreatif menciptakan permainan-permainan yang memudahkan wisatawan untuk beraktifitas, selain berinteraksi dengan alam. Dalam hal ini, Boracay telah membuat berbagai arena permainan yang sangat menarik perhatian orang. Permainan tersebut diantaranya seperti Parasailing, Jetski, Flyfish, Banana boat, zipline with cable car, helmet diving, helicopter tour, atv and buggy car, go-kart, diving dan paraw Sailing. Semua permainan sifatnya outbound dan mengarah adventure. Harga permainan variasi dari PHP 400 – 4.500. Satu Peso (PHP) Filipina di rupiahkan sekitar Rp. 319,- pada saat kami beli di Medan sebelum berangkat.

Fun ride by driving an ATV

Fun ride by driving an ATV

Untuk aktivitas outbound yang berada di sekitar laut, kita harus siap untuk basah. Persiapan basah ini mencakup semua sisi, misalnya dari apa yang kita pakai, action cam yang bisa masuk air, pelindung untuk handphone dan mungkin tas kecil yang tidak bisa masuk air untuk menyimpan barang bawaan kita. Sangat disarankan untuk tidak terlalu banyak bawaan, karena ini bukan mau shopping.  Salah satu permainan yang kami coba dan yang sangat memacu adrenalin adalah Paraw Sailing. Kita di bawa dengan sampan yang berlayar (tanpa mesin), dengan kapasitas delapan orang. Kita duduk di jaring-jaring kiri dan kapal, bukan di sampannya. Harus berpegangan erat dengan tali pengikat silang antara layar yang terbentang dengan sampannya bila tidak mau kecebur ke laut. Duduk di jaring-jaring tali itu hanya berjarak 30 m dari permukaan laut. Kondisi saat laut bergelombang, sehingga tidak hanya bokong kita kena air laut , tapi seluruh badan ke siram gelombang air laut yang datang dari depan.

Getting There

Penerbangan dapat melalui KLIA2 (Kuala Lumpur) atau dari Singapore Changi Airport langsung ke Kalibo, kemudian dilanjutin jalan darat dari Kalibo ke Caticlan Jetty Port sekitar 2 jam. Bisa juga dari Kuala Lumpur ke Manila, kemudian Manila ke Caticlan dengan penerbang local Cebu Pasific. Menuju ke jettynya hanya 5 menit naik beca tricycle.

When to do

Nikmati indahnya pantai, bermain semua permainan air baik yang sederhana misalnya snorkeling, helmet diving, parasailing, paraw sailing, flyfish, banana boat sampai yang berat seperti diving.

What to eat

Makanan Barat sampai Timur semua ada. Makanan lokal banyakan tidak halal . Boleh coba seafood di D’Talipapa, semuanya segar-segar dan masih hidup sebelum dimasak. Bisa beli di pasar dan masak di restoran disekitar pasar.

Where to stay

Penginapan cukup banyak disekitar pantai, dari kelas melati sampai ke hotel berbintang. Disarankan mencari penginapan yang dekat dengan pantai, agar lebih memudahkan dan hemat biaya transportasi. Pemesanan kamar melalui internet sebelum datang sangat disarankan

sarana transportasi ke Boracay yang parkir di caticlan jetty port

sarana transportasi ke Boracay yang parkir di caticlan jetty port

kapal untuk island hopping tour

kapal untuk island hopping tour

latar belakang perahu paraw sailing yang sedang menanti penumpangnya

latar belakang perahu paraw sailing yang sedang menanti penumpangnya

 

About Contributor :

petrus-loo
Petrus Loo

 

Petrus Loo, seorang Fotografer yang sudah malang melintang di dunia Fotografi Sumatera Utara dan Indonesia, mengeluti dunia foto sejak SMA, banyak mengikuti berbagai lomba foto, karyanya apik di susun di website yang dikemas menjadi galeri Profesional Stock Photo. Petrus Loo saat ini aktif dalam Toba Photographer Club, Medan. Saat ini Petrus akan berbagi cerita dan pengalaman traveling murah saat liburan di Boracay, Filipina untuk www.foodandholiday.com

Facebook || Instagram ||Website

+ There are no comments

Add yours