Eksotisme Flores

Eksotisme Flores


Warisan alam purbakala dihiasi dengan eksotisme budaya setempat serta disambut dengan keramah tamahan yang sangat bersahabat, dan seterusnya, sebab sulit menggambarkannya dengan kata – kata. Itulah yang terlintas di kepala untuk menggambarkan salah satu destinasi eksotis nusantara ini. Ya, Flores dengan segala keindahannya memang menyilaukan.

Juni 2014 silam saya beruntung terpilih sebagai salah satu dari 15 finalis lomba foto tahunan yang diadakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang bertajuk Garuda Indonesia World Photo Contest (GAWPC) 2014. Flores ditentukan sebagai lokasi pelaksanaan hunting final round tersebut.

Perjalanan kami dimulai dengan menyusuri Gua Cermin, sebuah objek wisata di Labuan Bajo dan dilanjutkan ke Kampung Cecer di Mbeiling dimana diawali dengan Manuk Kapu, sambutan khas adat Manggarai diawali dengan seserahan berupa uang dua ribuan Rupiah yang diberikan oleh tuan rumah, sebagai simbol menyambut tamu dengan sepenuh hati dan kebanggaan dan dilanjutkan dengan menghidangkan Sopi, minuman tradisional Manggarai, sejenis arak enau yang disimpan dalam sebuah labu besar yang dikeringkan. Acara pun dilanjutkan dengan pertunjukan tari Caci, tarian perang khas suku Manggarai dan ditutup dengan tarian Rangkuk Alu, sejenis permainan dimana bilahan bambu saling disilangkan dan dihentakkan seturut iringan musik tradisional dan beberapa penari melompat – lompat diatasnya

Hari kedua diisi dengan trekking ke pulau Rinca, salah satu pulau dari gugusan pulau yang membentuk Taman Nasional Komodo (TNK) dan dihuni ratusan Komodo dan terbukti dengan banyaknya komodo yang kami temui hari itu. Di salah satu sisi pulau juga diami beberapa penduduk yang dikenal dengan Kampung Rinca. Dihari ketiga trekking pun beralih ke pulau Komodo, pulau lain dari gugusan pulau TNK menuju puncak bukit Sulphurea Hill. Sayangnya komodo yang kami temui lebih sedikit dihari itu. Perjalanan kami di hari ketiga diakhiri dengan bersantai di Pink Beach, sebuah pantai di gugusan pulau TNK dengan pasir khas nya yang berwarna putih kemerahan.

Acara dihari keempat pun diisi dengan gala dinner di Hotel Jayakarta dengan puncak acara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah secara simbolis. Keesokan harinya sebelum para peserta kembali ke Denpasar, Bali untuk pulang menuju daerah asal masing2, kami sempatkan untuk bersantap siang di Restoran Paradise, restoran yang terletak di perbukitan dengan view menghadap pantai yang indah. Serangakaian acara GAWPC 2014 Final Round pun berakhir dengan sejuta kenangan tak terlupakan dari bumi Nusa Tenggara Timur. Terima kasih sebesar – besarnya kepada pihak Garuda Indonesia Airlines, Ayofoto.com, Dell Indonesia dan berbagai pihak yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan event tahunan ini.

 

Tenun Ikat Flores

Tenun Ikat Flores

Tarian Rangkuk Alu

Tarian Rangkuk Alu

Tari Caci

Tari Caci

Pulau Kambing

Pulau Kambing

Pasir Pink Beach

Pasir Pink Beach

Letusan Gunung Sangeang Di Kejauhan

Letusan Gunung Sangeang Di Kejauhan

Komodo Buncit Yang Baru Menelan Seekor Babi Hutan di Pulau Komodo

Komodo Buncit Yang Baru Menelan Seekor Babi Hutan di Pulau Komodo

Ibu - ibu kampung Rinca

Ibu – ibu kampung Rinca

Gua Cermin

Gua Cermin

 

View dari Paradise Restaurant

View dari Paradise Restaurant

About Contributor :

Andru Kosti

Andru Kosti

Andru Kosti, seorang Photographer muda yang kreatif, sering tampil di berbagai event nasional dan pada tahun 2014 terpilih sebagai salah satu dari 15 orang finalis GAWPC dan pada round terakhir hunting di Flores dan berhasil keluar sebagai pemenang BEST NATURE. Selain daripada itu Andru Kosti aktif dalam kegiatan Toba Photographer Club, Medan. Andru Kosti akan berbagi cerita dan pengalaman adventure mereka di Food and Holiday.

Facebook | Instagram | Twitter | Website

+ There are no comments

Add yours