14 Days – Motorbike trip around Provincia de Buenos Aires, Argentina part 2

14 Days – Motorbike trip around Provincia de Buenos Aires, Argentina part 2


Setelah perjalanan panjang kami di Epecuen menuju South Coast dalam rangka keliling Provincia de Buenos Aires, kami masi berkutat di seputar bocornya ban motor kami. Berjam-jam kami memperbaiki ban belakang akhirnya tetap nihil dan kami tidak bergerak sama sekali dari tempat tersebut. Kami mencoba untuk menyetop mobil atau truk tapi gak ada yang mau berhenti, sampai-sampai saya mencoba membuat bahasa tubuh ke mobil bahwa kami “butuh pompa” dengan gaya memompa naik dan turun, tetap saja tidak ada satupun yang mau berhenti.

The first flat tire at ruta 3, 50km away from tres arroyos

The first flat tire at ruta 3, 50km away from tres arroyos

Beruntungnya kami, sekitar pukul 17.30 tiba-tiba datang mobil van dari arah berlawanan, eh ternyata mobil dari kantor jalan tol Ruta 3 kami ditanyai apakah semua ok ? kami sampaikan bahwa ban motor kami bocor, sudah di ganti ban tapi tetap tidak bisa di pompa, kemudian dia pakai pompanya, ternyata setelah di pompa ada suara bocornya lagi….Psssssssttt…….

Sial !!! sambil mendamprat dalam hati… Kemudian petugasnya bilang ada 2 pilihan, buka ban belakang dan kami akan bawa kamu tempel ban di bengkel kemudian balik kembali kesini atau kami telepon mobil derek untuk datang dan tarik motornya ke kota terdekat yang berjarak 50 km dari sana.

Kami putuskan ok panggil mobil derek saja, karena hari sudah semakin sore dan kalau malam di jalan lintas tersebut tidak ada lampu, jadi petugas memanggil mobil derek dan kami harus menunggu sekitar 1 jam lebih, mobil derek datang dan mengangkut motor kami hingga ke kota Tres Arroyo, langsung ke bengkel dan perbaiki, setelah selesai perbaikan jam sudah menunjukkan pukul 20.00, karena dari siang hari perut belumm diisii apap-apa, kami kembali menikmati Asado sebagai makan malam kami lagi.

Selesai makan, kami mencari hotel untuk tempat istirahat, ternyata semua hotel full akhirnya kami kembali mencari lebih ke bawah lagi, akhirnya nemu sebuah hotel dengan bed terpisah dan tidak ada pilihan lagi kami ambil saja kamar hotel tersebut untuk istirhat kami malam itu.

Tres Arroyo

Tres Arroyo

Paginya kembali kami melanjutkan perjalanan, karena kejadian bocor ban kami harus memutar balik dari Tres Arroyo menuju Reta dengan menempuh jarak 80 km. Rencananya kami akan camping disana, sebelum masuk ke Reta wajib singgah ke sebuah kota kecil sebelumnya untuk isi bensin dan beli makanan karena di Reta tidak ada apa-apa, cuma kampung kecil di pesisir pantai. Kota kecil ini namanya Copetona, cuma ada 1 pom bensin, kami beli beras, telur, hotdog dan makanan untuk kemping.

Setelah selesai belanja kami melanjutkan perjalanan ke Reta, sampai disana Eh kosong semuanya, semua pada tutup karena saat itu low season. Kami nyusup ke pantainya, ternyata dingin banget, anginnya kenceng banget pasirnya terbang kesana kemari seperti di gurun pasir. Karena tidak memungkin untuk stay kami putuskan untuk keluar dari Reta dan kembali ke Tres Arroyo untuk isi bensin dan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya yaitu Necochea yang jaraknya 140 km dari Tres Arroyo. Dalam hitungan kami palingan jam 18.00 sore sudah bisa sampai di kota Necochea.

The wind was super strong and cold. — with Belen Larrosa in Balneario Reta, Buenos Aires, Argentina

The wind was super strong and cold. — with Belen Larrosa in Balneario Reta, Buenos Aires, Argentina

Sekitar 50km dari Tres Arroyos ban belakang motor kami pecah lagi, waktu itu waktu sudah pukul 17 lewat, Belen mulai panik, saya masih tetap tenang tidak seperti waktu pecah pertama kali. Jadi Belen telepon ke kantor jalann tol untuk minta bantuan panggil mobil derek ternyata mereka bilang tidak bisa karena berada di luar batas kerja mereka, tapi mereka akan bantu cari mobil derek dari tempat lain.

Setelah itu Belen telepon ke kantor asuransi motor kami untuk meminta bantuan, ternyata birokrasi di sana dengan di Indonesia tidak jauh beda, Belen di oper kesana kemari tanpa satu kepastian dan akhirnya karena keadaan lumayan genting Belen marah dan memaki layanan kantor Asuransi tersebut.

Saya mencoba menyetop mobil yang melintas karena kami sudah hampir setengah perjalanan, kalau saja ada pickup atau truk yang melintas kami bisa numpang ke kota dan motornya kami kunci saja di tiang listrik dan kembali lagi keesok harinya, ternyata rencana saya tersebut tidak berjalan mulus, tidak ada satupun kendaraan yang mau berhenti untuk membantu kami.

Kami mencoba terus dan terus akhirnya ada sebuah motorhome yang berhenti dan saya lari kesana kayak di film-film, mereka tanya ada apa ? saya menjelaskan bahwa ban saya bocor dan mereka setuju untuk membantu kami dan kami di suruh menaikkan motor di trailer mereka.

in the middle of ruta 228, the second flat tire from this trip. we were in the middle of the route between the city of tres arroyos and necochea around 6pm. Thank God finally we stopped one 'Motorhome' that able to help us with putting the bike on their trailer in the back. Never forget their kindness, Alberto and Ricardo

in the middle of ruta 228, the second flat tire from this trip. we were in the middle of the route between the city of tres arroyos and necochea around 6pm. Thank God finally we stopped one ‘Motorhome’ that able to help us with putting the bike on their trailer in the back. Never forget their kindness, Alberto and Ricardo

We almost lost our faith of humanity, karena susahnya luar biasa untuk minta bantuan di jalan lintas, sepanjang jalan kami ngobrol-ngobrol dengan mereka, mereka ternyata berasal dari sebuah kota kecil yang bernama santa Clara del mar

Mereka menawarkan kami untuk nginap di sana. Mereka bilang, kalian mau ke Necochea, ini sudah malam sekali dan kalian juga tidak kenal siapapun disana mending ikutan kami saja sampai ke Santa clara, disana kami kenal tukang tempel ban dan juga tahu hotel murah. Jadi rencana awal kami ke Necochea untk melihat Sealion changing plan lagi lanjut ke Santa Clara.

Santa clara cuma berjarak 11 km dari kota pesisir metropolitan Argentina yang namanya Mar del Plata yang dikenal dengan Pearl of atlantic. Memang kota ini masuk dalam daftar tujuan kami. Sampai di Santa clara waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, mereka jelasin dimana tempel ban terus membawa kami mencari hotel.

Sebagai ungkapan terima kasih kami ke mereka, kami menawarkan untuk mengganti uang bensin dan uang tol kemereka tapi langsung di tolak sama mereka langsung bilang no no nooo. no problem

Mau nangis rasanya, ditengah jalanan yang tidak ada yang kenal sama sekali, selalu saja ada muncul orang baik yang akan menolong, awalnya kami yang sudah pasrah dan ternyata apa yang kami pikirkan tidak seburuk yang kami alami. Never lost faith in humanity selalu ada orang baik dimana-mana.

Kami bertukar kontak, kalau mereka ke Capital jangan lupa menghubungi kami, kami tidak akan pernah lupa dengan mereka Alfredo and Ricardo, seorang asing yang membantu orang lain yang kesusahan di jalan. Karena sudah dari siang belum makan, malam ini saya balas dendam dengan makan  Burger Triple sudah kelaparan tingkat dewa hehe.

Keesok harinya kami langsung ke tukang tempel ban, setelah lihat ban belakang ternyata sudah mulai “botak” langsung saja kami ganti ban dalam dan ban luar supaya tidak mengalami lagi hal tersebut, mengingat perjalanan kami masi lumayan panjang.

Kami akhirnya tinggal 3 malam di Santa Clara kemudian eksplore ke Mar del Plata untuk lihat Sealion, perjalanan kami lanjutkan ke Villa la Brva, disana terdapat danau yang bagus sekali namanya Laguna la Brava yang berjarak sekitar 60 km dari Santa Clara, cuma jalan masuknya offroad.

Finally..... Mar del Plata, The pearl of Atlantic  in Mar del Plata, Argentina.

Finally….. Mar del Plata, The pearl of Atlantic in Mar del Plata, Argentina.

at Punta Mogotes in Mar del Plata, Argentina.

at Punta Mogotes in Mar del Plata, Argentina.

Sesampainya di Laguna la Brava kami langsung buka tenda dan istirhat, mata di manjakan dengan pemandangan yang sangat bagus, disana rata-rata pemandangannya sepert ayerock di Australia bukit yg berbentuk meja, sejarahnya sih sana dulu tuh adalah gunung purbakala usianya sekitar 200 juta tahun, kami cuma stay 1 malam disana. Tempat tersebut bagus banget buat Weekend Getaway

Keesok harinya kami melanjutkan ke kota selanjutnya yang bernama Balcarce yang berjark asekitar 30 km dari danau. Di balcarce kami masuk ke museum otomotif Fangio, salah satu juara dunia F1 dari Argentina. setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir kami yaitu kota yang berada di pegunungan yang namanya Tandil.

at Automotive Museum of Fangio

at Automotive Museum of Fangio

Nih kota unik yang mempunyai gugusan pegunungan tua purbakala dan ada 1 batu yg tergantung gt secara alami gak jatuh tapi bisa goyang, ceritanya akhirnya batu tersebut jatuh dan terpecah menjadi 3 bagian, mereka kemudian membuat replikanya, karena batu ini identitas kota mereka dan nama kotanya Tandil yg artinya batu gantung gitu dlm bahasa Mapuche suku asli di Argentina.

Tandil Downtown

Tandil Downtown

Kami stay selama 2 malam disana, Tandil juga terkenal dengan salamin (Peperoni Spanyol), Cheese dan pandai besi. Saya beli pisau dari Tandil juga sebagai kenang2an, disana kami cuma ke gunung yang ada batu gantungnya dan menikmati suasana di kotanya saja. Jalan dan makan saja hahahaaa.

Besoknya kami sudah dalam perjalanan panjang pulang ke rumah, kami keluar dari Tandil pukul 8.30 pagi, cuaca masih dingiiiiiinnnnnn banget, kabut smua. Dingin sampe sekitar pukul 10 pas matahari udah mulai naik. Disini autumn tuh matahari mulai dikit, pagi keluarnya telat dan sore sunsetnya cepat. Sekarang misalnya disini pukul 18.00 sudah gelap kayak pukul 20.00 jadi lebih dingin.

on our way to go home

on our way to go home

Sebaliknya summer matahari tuh bersinar sampai pukul 20.30 atau hampir pukul 21.00 ketika memasuki puncak Summer. Dari Tandil ke Capital harus menempuh jarak sekitar 350 km, ketemu konvoy mobil tua di jalan… dan akhir cerita kami sampai dengan selamat, rasa puas dan bahagia sekitar pukul 17.30 di rumah. Menempuh jarak sekitar 2000 km dan 14 hari di perjalanan. Perjalanan kami belum mencapai keseluruhan Provinsi Buenos Aires masih ada yang kurang. Kami berharap untuk ganti motor yang lebih besar untuk dapat melanjutkan petualangan kami touring ke Patagonia, the ass of the world dan seluruh Amerika latin.

Home sweet home. After 15days and 2000km we made it back home save and sound at Capital Federal Caballito.

Home sweet home. After 15days and 2000km we made it back home save and sound at Capital Federal Caballito.

 

About Contributor :

johan n belen

Johan Chen, seorang petualang sejati yang hobinya adalah touring. Sejak masi di Medan hobinya adalah pelesiran kemana-mana dengan sepeda motor, saat ini dia merantau jauh meninggalkan Indonesia dan menetap di Buenos Aires, Argentina. Kegemaran di Medan ternyata terbawa juga sampai disana, berdua bersama istri tercinta Belen Larrosa, mereka mengarungi propinsi demi propinsi di Argentina. Johan dan Belen akan berbagi cerita dan pengalaman adventure mereka di Food and Holiday.

Facebook | Instagram

2 Comments

Add yours

+ Leave a Comment